Pembangunan dermaga merupakan proyek konstruksi kompleks yang melibatkan berbagai tahapan, pertimbangan teknis, dan manajemen risiko. Jasa konstruksi dermaga mencakup perencanaan, desain, pembangunan, hingga pemeliharaan struktur yang vital ini.
Perencanaan dan Desain Dermaga
Perencanaan konstruksi dermaga harus menetapkan parameter-parameter penting yang berperan dalam perhitungan struktur. Parameter ini meliputi data hidro-oseanografi di lokasi pelabuhan, yang dapat ditentukan berdasarkan perhitungan atau literatur yang relevan. Data hidro-oseanografi mencakup informasi mengenai arus, pasang surut, dan gelombang, yang sangat krusial untuk memastikan stabilitas dan keamanan dermaga. Misalnya, kecepatan arus terbesar dapat terjadi pada musim peralihan, dengan kecepatan maksimal mencapai 0,358 – 0,397 m/dt, sedangkan pada musim timur dan barat kecepatan arus maksimal berkisar antara 0,22 – 0,29 m/dt.
Dalam desain, pemilihan material konstruksi sangat penting. Material yang populer dalam perencanaan konstruksi adalah beton dan baja. Baja, khususnya, banyak digunakan karena memiliki kekuatan tinggi, elastisitas tinggi, dan dapat menghasilkan dimensi struktur yang lebih kecil. Analisis struktur rangka baja, misalnya, sering menggunakan metode elemen hingga untuk mengatasi persoalan struktur statis tak tentu yang kompleks, termasuk menghitung perpindahan titik simpul dan pengaruh perubahan temperatur.
Tahapan Konstruksi Dermaga
Proses konstruksi dermaga melibatkan beberapa tahapan utama:
- Persiapan Lahan dan Perbaikan Tanah: Sebelum pembangunan dimulai, kondisi tanah di lokasi harus dievaluasi. Jika tanah lunak, metode perbaikan tanah seperti penggunaan geotekstil dapat diterapkan. Penggunaan geotekstil terbukti dapat menurunkan kadar air dan meningkatkan daya dukung tanah lempung lunak, serta dapat menghemat anggaran secara signifikan.
- Pondasi dan Struktur Bawah: Pembangunan pondasi dermaga harus mempertimbangkan kondisi geologi dan beban yang akan ditanggung. Ini sering melibatkan pemasangan tiang pancang atau struktur penopang lainnya yang menembus dasar laut.
- Pembangunan Struktur Atas: Setelah pondasi kokoh, pembangunan struktur atas dermaga, termasuk dek, fender, dan bollard, dilakukan. Material seperti baja dan beton digunakan secara ekstensif pada tahap ini.
- Instalasi Fasilitas Pendukung: Dermaga modern memerlukan berbagai fasilitas pendukung seperti sistem penerangan, jalur kereta api, crane, dan sistem bongkar muat peti kemas.
Manajemen Risiko dalam Proyek Dermaga
Proyek pembangunan dermaga memiliki potensi risiko tinggi karena kompleksitas dan kondisi lingkungan. Studi kasus Dermaga, misalnya, mengidentifikasi enam risiko tinggi yang perlu diperhatikan:
- Cuaca ekstrem (hujan lebat, arus kuat, angin kencang, petir).
- Penyelesaian pekerjaan subkontraktor tidak tepat waktu.
- Denda akibat keterlambatan.
- Kenaikan harga besi.
- Kenaikan harga pasir beton.
- Kenaikan harga semen.
Respons terhadap risiko ini umumnya melibatkan mitigasi untuk mengurangi risiko atau transfer risiko kepada pihak lain.
Aspek Keuangan dan Perpajakan
Biaya konstruksi dermaga sangat bervariasi tergantung pada skala proyek, lokasi, dan material yang digunakan. Selain biaya konstruksi langsung, ada juga biaya operasional dan pajak yang terkait. Biaya sandar pelabuhan, misalnya, merupakan objek Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23. Namun, tidak semua biaya sandar pelabuhan dikenakan PPh Pasal 23, dan seringkali terjadi sengketa antara wajib pajak dan otoritas pajak terkait perhitungan dan pelaporannya.
Pemerintah juga memberikan fasilitas pembebasan PPN untuk jasa kepelabuhan tertentu, seperti jasa pelayanan kapal (labuh, pandu, tunda, tambat) dan jasa pelayanan barang (bongkar muat peti kemas). Pembebasan ini berlaku untuk perusahaan yang mengoperasikan kapal untuk kegiatan angkutan laut luar negeri, dengan syarat bahwa negara asal perusahaan tersebut memberikan perlakuan yang sama pada kapal angkutan laut Indonesia. Jasa bongkar muat peti kemas meliputi stevedoring (pembongkaran dari/ke kapal ke dermaga/tongkang/truk) dan cargodoring (mengangkut barang dari dermaga ke gudang/lapangan penumpukan atau sebaliknya).
Pengembangan Dermaga dan Dampaknya
Pengembangan dermaga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Peningkatan kapasitas dermaga memungkinkan masuknya kapal-kapal besar dengan kapasitas 35.000 hingga 50.000 ton, yang dapat menekan inflasi, membuat harga barang lebih terjangkau, dan menjamin ketahanan pangan.
Pengelolaan yang baik dari fasilitas dermaga, termasuk penyiapan lahan khusus untuk parkir truk pengangkut kontainer, dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi dampak negatif terhadap infrastruktur jalan.
Jasa konstruksi dermaga adalah bidang yang sangat spesifik dan memerlukan keahlian multidisiplin, mulai dari teknik sipil, hidrografi, hingga manajemen proyek dan pemahaman regulasi perpajakan. Proyek-proyek ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan konektivitas logistik suatu wilayah.